Ringkasan Buku Teologi
BUKU : THE MOODY HANDBOOK OF
THEOLOGY
PENGARANG
: PAUL ENNS
KEBANGKITAN
KRISTUS
Kebangkitan
Kristus adalah salah satu vadilitas iman Kristen. Paulus menyerukan, “dan jika
Kristus tidak di bangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamju dan kamu masih
hidup di dalam dosa (1 Kor. 15:17)”. Hal itu merupakan jaminan penerimaan Bapa
dari karya Putra Allah. Kebangkitan mengindikasikan bahwa karya dari salib
telah selesai. Kristus berdoa supaya
kiranya cawang itu lalu dari apda-Nya (Mat. 26:39); itu bukan merupakan dao
untuk menghindari dari kematian diatas kayu salib, tetapi untuk
mengakibatkan kematian (Maz. 16:10).
Esensial bagi rencana Allah. Kristus berjanji untuk mengutus seorang penghibur
yaitu Roh Kudus sebagai penolong bagi para murid (Yoh. 16:7) tetapi Roh Kudus
hanya datang kepada seseorang ketika mereka menerima Kristus dan mengaku Yesus
adalah juruselamatnya.
Kebangkitan Kristus sudah
menubuatkan dari sejak Perjanjian Lama, mulai dari kelahiran-Nya sampai pada
kebangkitan-Nya.
Bukti dari Kebangkita Yesus Kristus
1.
Kubur
kosong. Kubur Kristus telah dijaga oleh perwira Romawi dan
ketika Kebangkitan Yesus mereka tidak mengetahui kapan ia bangkit, tetapi
mereka mengakui bahwa Yesus telah bangkit dari kubur-Nya sehingga mereka
membuktikan penglihatan yang mereka lihat. Kubur kosong merupakan bukti nyata
dari kebangkitan Yesus Kristus dan merupakan keilahian-Nya.
2.
Bentuk
dari kain kafan. Ketika kristus bangkit terbukti dari
kain Kafan kosong dan tergulung dengan rapi tapi tidak ada tubuh dari Yesus.
Dari pengakuan murid-murid yang melihat mereka mengakui bahwa Yesus tidak ada
di dalam kubur hanya kain kafan yang tertinggal.
3.
Penampilan
setelah kebangkitan. Tuhan yang bangkit terlihat oleh orang
banyak selam empat puluh hari setelah kebangkitan. Diantar mereka adalah
perempuan yang setia di kubur, dua orang dalam perjalanan ke Emaus, Petrus,
kedua belas murid, lima ratus orang percaya pada saat yang sama. Yakobus dan
para Rasul menyaksikan kebangkitan Kebangkitan dan telah terjadi. Penampakan
kepada Paulus setelah Ia naik ke
Sorga pada saat Paulus melakukan
perjalanan ke Damsyik tiba-tiba datanglah Tuhan di hadapannya yang menyerupai
cahaya, sehingga aia mengalami kebutaan selama tiga hari ia tidak dapat melihat
dan tiga hari ia tidak makan dan minum.
KABANGKITAN KRISTUS KE SURGA
Fakta
dari kebangkitan Kristus ada beberapa ayat dalam Injil yang ditulis oleh pada
murid. Fakta yang lain dari kebangkitan Kristus adalah Ia mengtus penolong atau
Roh Kudus, yang disaksikan oleh banyak orang pada hari Pentakosta turunnya Roh
Kudus seperti nyala api. Petrus mejelaskan bahwa kebangkitan Kristus merupakan
penggenapan dari yang tertulis dalam Maz. 110:1 di mana Tuhan Mengatakan duduk
di sebelah kanan-Ku. Rasul Paulus juga menekankan kebenaran yang sama di Ef.
4:8 dimana ia mengindikasikan Kristus “Takala Ia ke tempat tinggi ...... Ia
memberikan pemberian kepada manusia”.
Segnivikansi Kenaikkan Kristus. 1.
Hal itu mengakhiri pelayanan Kristus di dunia. Hal itu menandai akhir adari
periode pembatasan diri selama hari-hari perjalanan-Nya. Kemuliaan Tuhan tidak
lagi ditutupi setelah kenaikan (Yoh. 17:5; Kis. 9:3,5).
KEBANGKITAN
DAN KENAIKAN KRISTUS KE SURGA
I.
KEBANGKITAN
A.
Pentingnya Kebangkitan Kristus
1. Bagi Pribadi-Nya. Jika Kristus tidak
bangkit dari antara orang mati, maka Ia seorang pendusta, karena Ia meramalkan
bahwa Ia akan bangkit (Mat. 20:19). Kebangkitan Kristus memberikan keabsahan
Tuhan kita selaku seorang Nabi sejati. Tanpa kebangkitan-Nya, maka semua yang
Dia katakan dapat menjadi hal yang diragukan.
2.
Bagi Karya-Nya. Pelayanan-Nya akan
berakhir pada saat kematian-Nya. Karena kebangkitan Kristus kita akan mempunyai
Imam besar, pengantara, pembela, atau kepala gereja, dan lebih lanjutnya kita
ada yang memberikan hidup dan memberi kekuatan (Rm. 6:1-10; Gal. 2:20).
3.
Bagi Injil. Injil didasarkan atas dua
pokok: seorang penebus telah mati dna Ia hidup. Penguburan tersebut merupakan
tanda kenyataan kematiaan-Nya. Tanpa ada kebangkitan Kristus tidak aka nada
Injil atau kabar baik.
4.
Bagi kita. Andaikata Kristus maka
sia-sialah kepercayaan kita, iman kita (1 Kor. 15:13-19). Jikalau Kristus
tidaka bangkit, maka orang-orang yang mati di dalam nama Kristus akan tetap
mati dalam dosa dengan pengertian mutlak tanpa pengharapan atau pun untuk
kebangkitan.
B. Bukti-bukti Kebangkitan Kristus
1. Penampakan-penampakan-Nya setelah
Kebangkitan.
Ada
lebih lima ribu orang yang menyaksikan tentang kebangkitan Kristus dan
penampakan-Nya yang telah disaksikan oleh orang banyak. Urutan penampakan
antara kebangkitan Kristus dan kenaikan-Nya ke sorga kurang lebih sebgai
berikut:
a. Kepada
Maria Magdalena dan wanita-wanita lain (Mat. 28:8-10; Mar. 16:9-10; Yoh.
20:11-18),
b. Kepada
Petrus pada siang hari (Luk. 24:34; 1 Kor. 15:5),
c. Kepada
murid-murid-Nya ke Emaus menjelang petang (Mar. 16:12; Luk. 24:13-32),
d. Kepada
murid-murid-Nya, kecuali Tomas di ruang atas (Luk. 24:36-43; Yoh. 20:19-25),
e. Kepada
murid-murid-Nya termasuk Tomas, pada Minggu malam berikutnya (Mar. 16:14; Yoh.
20:26-29).
2.
Dampak-dampak yang pasti mempunyai sebab (kebangkitan).
Apa
yan terjadi pada hari Pentakosta, setiap tahun gereja merayakan hari
Pentakosta, tetapi pada tahun ketika Kristus bangkit terlihatlah turunnya Roh
Kudus seperti yang Tuhan janjikan kepad murid-murid-Nya (Kis. 1:5). Keadatanga
Roh Kudus itu sudah cukup menjadi satu penyebab atau alasan Kristus yany
bangkit.
C. Hasil-hasil Kebangkitan Kristus
a. Wujud lama, namun tubuh baru.
Dengan kebangkitan Kristus dalam sepanjang sejarah nampaklah
sejenis tubuh kebangkitan, karena Ia bangkit dengan tubuh yang kekal, dan tidak
pernah mati lagi. Tubuh kebangkitan-Nya berbeda. Ia dapat masuk ke ruang-ruang
tertutup tanpa membuka pintunya (Luk. 24:36; Yoh. 20:19), Ia dapat menampakkan
diri dan menghilang sesuai dengan kehendak-Nya (Luk. 24:15; Yoh. 20:19), dan Ia
tidak terbatas oleh kebutuhan fisik, seperti tidur atau makan. Kebangkitan
Tuhan Yesus juga sebagai suatu prototif dari kebangkitan orang-orang percaya.
Dua kali Kristus dinyatakan sebagai yang sulung dari antara orang mati (Kol.
1:18; Why. 1:5). Orang-orang percaya dalam keadaan kekal sama seperti Dia (1
Yoh. 3:2), berarti menjadi suci (ay. 3) tanpa dosa (ay. 5), dan menjadi benar
(ay. 7).
b. Bukti Pengakuan-Nya.
Kebangkitan Kristus membuktikan kebenaran-Nya selaku Nabi (Mat.
28:6). Hal ini juga mengesahkan pengakuan-Nya sebagi Tuhan dan Mesias, suatu
hal yang ditujukan kepada bangsa Israel oleh khotbah Petrus di hari Pentakosta
(Kis. 2:36). Paulus menyebutkan bahwa kebangkitan ini membuktikan-Nya sebagai
Anak Allah (Rom. 1:4).
c. Suatu syarat utama untuk semua pelayanan-Nya selanjutnya.
Andaikata Kristus tidak bangkit, maka hidup dan pelayanan-Nya
berakhir di kayu Salib, dan mulai saat itu Ia tidak melakukan apa-apa lagi.
Melalui kebangkitan dan kenaikkan-Nya ke surga, Tuhan masuk ke dalam
pelayanan-Nya di masa sekarang dan masa akan datang. Kebangkitan Kristus selalu merupakan kebenaran yang
menggembirakan, menawan hati dan menjadi motivasi bagi gereja. Salah satu doa
yang paling sederhana dan kredo gereja mula-mula adalah “Maranatha” yang
artinya ‘marilah datang, Tuhan kami’ (1 Kor. 16:22).
II. KENAIKAN KE SURGA
A.
Pernyataan-pernyataan
tentang Kenaikan ke Surga
1. Dalam
Perjanjian Lama
2. Dalam
kata-kata Yesus
3. Dalam
tulisan-tulisan Perjanjian Baru
B.
Uraian
tentang Kenaikan ke Surga
1. Tempat
kejadian. Peristiwa itu terjadi di dekat Betania (Luk. 24:50), yaitu Betania di
ukit Zaitun (Kis. 1:12)
2. Caranya.
Kenaikan ke Sorga bukan raib tiba-tiba, tetapi bergerak naik semakin naik ke
atas, meskipun tidak makan waktu lama.
3. Janjinya.
Sementara para murid memperhatikan, dau orang malaikat muncul dan berjanji
bahwa Ia yang baru saja terangkat dari antara mereka akan kembali lagi dengan
cara yang sama.
1.
Maksud Kenaikkan Kristus ke surga :
a. Tuhan Yesus naik ke surga untuk menjadi perintis bagi kita (Ibr.
6:20). Tuhan Yesus telah naik ke Sorga Ia mendahului kita untuk menentukan dan
menyediakan tempat bagi kita.
b. Tuhan Yesus naik ke surga untuk menghadap Allah bagi kita. Ia
mengambil satu pekerjaan baru, untuk pengantara, mendoakan kita dan guna
kepentingan kita (Ibr. 9:24; 7:27).
c. Menunggu waktunya untuk memerintah segenap alam ini (Fil. 2:11).
2. Faedah Kenaikkan Tuhan Yesus bagi kita
a. Memastikan kita mendapat tempat di hadirat Allah, dan menghadap
hadirat Allah dengan hati yang berani (Ibr. 4: 14-16)
b. Memastikan bahwa Roh Kudus dicurahkan atas orang-orang yang
percaya, dan menaati Firman-Nya (Yoh. 14: 16-17)
c. Memberikan pengharapan bagi kita untuk mendapatkan tubuh yang
tidak dapat binasa (1 Kor. 15: 50-54; 1 Yoh. 3:2; Fil. 3: 20-21).
d. Menentukan bahwa Ia adalah kepala atas segala sesuatu dalam jemaat
(Ef. 1:22; Ef. 4: 8-12).
Komentar
Posting Komentar